Detak jantung yang terlalu lambat disebut bradikardia. Normalnya, jantung berdetak 60-100 kali per menit ketika istirahat. Normalnya, jantung berdetak 60-100 kali per menit ketika istirahat. Namun, pada kondisi bradikardia, detak jantung kurang dari 60 kali dalam satu menit.
Jika kamu merasa jantung kamu tiba-tiba berdetak kencang, atau justru seperti berhenti berdetak, sensasi ini disebut palpitasi jantung. Palpitasi bisa seperti 'cegukan' (hiccup) untuk jantung, di mana jantung berdetak, kemudian ada semacam cegukan, atau jeda (pause) .
Detak jantung lambat bukan berarti Anda mengalami lemah jantung (kardiomiopati). Faktanya, detak jantung yang lambat bisa saja menandakan bahwa Anda dalam keadaan sehat. Atlet dengan otot jantung sehat mempunyai detak jantung istirahat lambat, yaitu 60 BPM atau kurang.
Meskipun tampaknya sulit, menurunkan kecepatan napas Anda akan membantu memperlambat detak jantung. Tarik napas selama 5-8 detik, tahan selama 3-5 detik, kemudian buang napas pelan-pelan selama 5-8 detik. Fokuslah pada hembusan napas secara penuh untuk menurunkan detak jantung Anda.
Kafein, alkohol, nikotin, dan obat-obatan: Apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda juga dapat menyebabkan detak jantung terlewat. "Banyak pasien yang saya lihat yang mengalami aritmia atau jantung terlewat dapat memiliki pemicu yang meningkatkan frekuensi gejala," kata Dr. Zadeh. Selain kecemasan, "kafein secara tradisional telah
Beberapa individu sehat bisa memiliki detak jantung yang lambat, namun jantung yang berdetak lebih lambat dari biasanya juga dapat menjadi indikasi masalah kesehatan. Dilansir dari Healthline, seseorang disebut mengalami bradikardia ketika detak jantungnya lebih lambat dari 60 denyut per menit saat istirahat. Baca juga: Penyakit Jantung Koroner
.
penurunan detak jantung secara drastis disebut